7 Pilihan Bahan Kain Yang Direkomendasikan Untuk Jaket Varsity

Di kalangan anak muda, trend jaket varsity pantang dilewatkan begitu saja. Mengingat model jaket ini super keren, wajar jika kawula muda bangga mengenakannya. Namun, seperti apa sih jaket varsity itu sebetulnya? Baca tuntas penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Jaket Varsity?

Jaket varsity merupakan jaket yang difungsikan sebagai seragam khusus di sekolah atau universitas. Menurut sejarah, Universitas Harvard-lah yang pertama kali menjadikan jaket varsity sebagai salah satu seragam untuk para mahasiswanya.

Menjadikan jaket varsity sebagai seragam memang bukan suatu keharusan, tetapi mampu menyiratkan kekompakan serta ciri khas tersendiri ketika dipakai beramai-ramai. Dalam pertandingan baseball, para pemain beserta pendukung umumnya mengenakan jaket varsity ini dengan  warna dan desain masing-masing. Karenanya, jaket varsity dikenal juga dengan sebutan jaket baseball.

Namun, perkembangan dunia fashion turut mengubah tradisi yang sudah berkembang. Kini jaket varsity bukan lagi sebatas seragam, melainkan suatu trend berbusana yang dapat diikuti oleh siapa saja.

Bahan Terbaik Untuk Jaket Varsity

Tidak ada aturan baku mengenai bahan pembuatan jaket varsity. Ada begitu banyak bahan yang sangat memungkinkan dilibatkan dalam pembuatan jaket ini. Pihak konveksi tinggal mengikuti selera pasar saja.

Tetapi dari semua bahan yang ada, kenyamanannya tentu tidak bisa disamaratakan antara yang satu dengan yang lainnya. Apabila Anda bermaksud ingin membuat atau membeli jaket varsity tapi bingung menentukan bahannya, cobalah mengikuti acuan 7 rekomendasi bahan terbaik untuk jaket varsity berikut ini.

  1. Kain Taslan

Kain taslan paling sering dimanfaatkan untuk pembuatan beragam jenis jaket, terutama bomber dan varsity. Dari segi kualitas, kain taslan memang tak perlu diragukan. Kain ini memiliki kerapatan serat yang sangat tinggi sehingga menjadikannya lebih kokoh dibandingkan jenis kain lainnya.

Secara garis besar kain taslan memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

  • Kain cenderung tebal namun tetap ringan. Kain taslan terbuat dari benang sintetis bertekstur yang ditenun rapi menggunakan teknologi modern. Walau termasuk kain yang cukup tebal, namun bobotnya masih terbilang ringan. Di samping itu, tidak pula bikin gerah di badan.
  • Atas ketebalan yang dimilikinya, kain taslan sangat andal menahan angin sehingga tubuh tetap terasa hangat saat digunakan pada tempat-tempat bersuhu dingin.
  • Memiliki sifat anti air. Beberapa jenis kain taslan memang dilengkapi dengan lapisan anti air. Sifat ini tentu sangat menguntungkan sekali bagi pengguna bila mendadak terjebak hujan di ruang terbuka.
  • Dilengkapi dengan lapisan anti jamur. Sebagian besar kain taslan telah disempurnakan dengan lapisan anti jamur. Ini yang membuat kain taslan lebih menonjol dibandingkan jenis kain lainnya yang biasa digunakan untuk pembuatan jaket varsity.

Lapisan anti jamur merupakan inovasi di dunia tekstil yang tidak disematkan pada seluruh jenis kain. Mengapa taslan terpilih memilikinya? Ternyata, karena taslan termasuk bahan yang dinilai paling layak untuk bahan pembuatan segala macam jaket. Sehingga harus memenuhi unsur-unsur tertentu agar jaket yang dihasilkan lebih bermutu, kokoh, dan bisa digunakan untuk segala macam kebutuhan indoor maupun outdoor.

  • Tidak memerlukan perlakuan khusus dalam perawatannya. Kain taslan bukan kain “manja” sebagaimana sutera atau tile. Kain ini sangat kokoh. Tidak memerlukan deterjen khusus untuk mencucinya. Dapat dikeringkan di bawah paparan sinar matahari langsung maupun bantuan mesin pengering.
  • Tidak gampang kusut. Ini salah satu alasan yang membuat banyak orang menyukai jaket dari bahan taslan. Sifatnya yang tidak mudah lecek memungkinkan Anda menggunakannya sesering mungkin tanpa harus khawatir terlihat kusut. Menguntungkan sekali bila Anda sedang tidak sempat menyeterika atau malas berurusan dengan pekerjaan yang satu itu.

Jika Anda bermaksud memesan jaket varsity dari bahan taslan, Anda bisa berkompromi dulu dengan pihak konveksi atau penyedia perihal jenis kain taslan bagaimana yang Anda butuhkan. Sebab, kain taslan terdiri dari beberapa jenis yang di antaranya berupa:

  • Taslan milky. Sesuai dengan namanya, taslan milky merupakan kain yang dilengkapi dengan lapisan anti air berwarna putih susu.
  • Taslan bening. Hampir mirip dengan kain taslan milky. Hanya saja, yang ini lapisan anti airnya tidak berwarna alias bening.
  • Taslan Salur. Jenis ini dapat dikenali dari susunan serat polyster yang bergaris-garis atau salur. Dilengkapi dengan lapisan anti air pula.
  • Taslan Risotop. Jika taslan salur berciri khas garis-garis vertikal, maka jenis yang ini memiliki pola corak kotak-kotak. Sama-sama dilengkapi dengan lapisan anti air juga.
  1. Kain Baby Terry

Kain baby terry memang lebih sering kita temukan pada handuk dan pakaian bayi. Namun belakangan telah banyak dilibatkan dalam pembuatan baju hangat semacam sweater dan jaket varsity. Secara umum, ciri khasnya terletak pada tekstur kain yang halus, lembut, dan berbulu pada bagian dalam.

  • Kemampuannya menjaga kestabilan suhu tubuh kala dipakai pada musim dingin sudah teruji benar. Selain itu, ada pula sejumlah keunggulan lainnya berupa:
  • Daya serapnya tinggi. Perhatikan permukaan kain baby terry. Anda akan menemukan rongga-rongga kecil yang berfungsi untuk menyerap keringat atau cairan apapun yang ada di badan Anda. Rongga-rongga udara tersebut menjadikan keringat lebih cepat menguap sekaligus menghindarkan Anda dari risiko pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.
  • Jaminan kenyamanan di badan, dikarenakan komposisi terbanyak baby terry berasal dari cotton/kapas yang sudah terbukti lembut, halus, dan empuk. Tak heran memang jika selain jaket bahan yang satu ini jadi pertimbangan utama untuk bahan pakaian bayi.
  • Bulu-bulu halus pada lapisan dalam kain baby terry mampu memberikan rasa hangat kala dipakai pada saat suhu dingin.
  • Pilihan warnanya yang bervariasi menjadi daya tarik tersendiri di mata konsumen. Tak mengherankan bila varsity khusus remaja lebih banyak menggunakan bahan baby terry ketimbang jenis kain lainnya.
  • Tidak menimbulkan alergi. Kain baby terry dilengkapi dengan susunan rongga-rongga yang teratur untuk sirkulasi udara. Sehingga walaupun kain ini mampu menghangatkan tubuh, namun pemakaian di luar musim dingin sama sekali tidak menimbulkan gerah dan memicu terjadinya alergi kulit serta pernapasan.
  1. Kain Mayer

Kain mayer dapat ditandai dari permukaannya yang tampak mengkilap dan licin. Jaket varsity yang terbuat dari kain mayer memang terkesan mewah. Pantas bila cukup banyak eksekutif muda yang menggunakannya sebagai penunjang outfit mereka.

            Valuekain mayer bukan hanya terletak pada tampilannya yang mewah saja, melainkan segenap keunggulan-keunggulan lain yang dimilikinya pula, meliputi:

  • Kain mayer sangat mudah sekali dibersihkan dan warnanya tidak mudah luntur bahkan pada pencucian pertama kali.
  • Berkat sifat kainnya yang tidak mudah kusut, maka jaket varsity dari kain mayer sangat memungkinkan untuk dipakai berkali-kali tanpa harus disetrika terlebih dahulu.
  • Dilengkapi dengan lapisan anti air. Cocok sebagai pelindung tubuh saat musim hujan.
  • Bila dibandingkan dengan kain taslan dan kain baby terry, kain mayer termasuk lebih tipis. Walau demikian, kain ini tetap tahan lama dan sangat bisa diandalkan untuk menghangatkan badan.
  1. Kain Fleece

Dalam dunia tekstil, kain fleece disebut-sebut sebagai imitasi wool. Sebab secara umum karakteristik kain fleece memang mirip dengan wool: lembut dan sedikit berbulu pada permukaan kain.

Bahan ini banyak disukai mengingat keunggulan-keunggulan yang dimilikinya, seperti:

  • Bekerja sebagai isolator tubuh secara maksimal, bahkan dalam keadaan basah sekalipun. Namun tidak menimbulkan gerah ketika digunakan pada cuaca panas.
  • Sifat kainnya yang elastis membuat jaket varsity dari bahan ini sangat mantap di tubuh. Bahkan untuk orang-orang yang berukuran besar sekalipun. Selain itu, mudah dikemas/dilipat.
  • Tidak dipungkiri, fleece membutuhkan perawatan ekstra dibandingkan jenis-jenis kain sebelumnya. Pasalnya, terletak pada tekstur kainnya yang berbulu tersebut.
  • Bulu pada permukaan kain fleece tidak sekokoh baby terry. Sehingga dalam proses pencucian, disarankan tidak menggabungkan kain ini dengan jenis kain lain. Sisi baiknya, kain fleece tidak butuh waktu lama untuk proses pengeringan.
  1. Kain Parasut

Kain parasut banyak dilibatkan dalam proses pembuatan pakaian serta perlengkapan olahraga khusus outdoor. Kain ini cenderung tipis dan ringan, namun masih dapat dikatakan layak untuk membuat jaket varsity. Beberapa keunggulan yang dimilikinya antara lain:

  • Sebagian besar kain varsity unggul karena lapisan anti airnya yang tidak perlu diragukan lagi.
  • Sangat mudah dibersihkan. Bahkan, kain ini paling jarang ditempel noda membandel.
  • Proses pengeringan yang sangat singkat. Bahkan selepas dicuci, Anda cukup mengangin-anginkannya sebentar saja.
  • Tak butuh disetrika karena dijamin tidak mudah kusut.

Dalam ranah tekstil, kain parasut terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

  • Parasut milky, dilengkapi dengan lapisan anti air berwarna putih susu.
  • Parasut loreng, ditandai dengan motif bercak-bercak atau loreng.
  • Parasut wajik, ditandai dengan motif permukaan kain yang menyerupai pola wajik atau belah ketupat.
  • Parasut metalik, memiliki tampilan lebih mengkilap seperti plastik.
  1. Kain Despo

Jaket berbahan kain despo tak kalah diminati. Secara umum kain memiliki karakteristik halus, ringan, dan cenderung licin ketika dipegang. Sebagai bahan pilihan, tentu kain despo mempunyai keunggulan tersendiri, seperti:

  • Tampilannya akan selalu rapi sekalipun dipakai berulang-ulang dan tidak disetrika.
  • Mudah dicuci dan dikeringkan.
  • Menjadikan tubuh tetap hangat karena “fitur” windbreaker yang dimilikinya.
  • Seratnya kuat dan tahan lama.

Kain Despo tersedia dalam dua jenis:

  • Despo polos.Ini merupakan jenis kain paling rendah di kelas despo. Walau secara tampilan mirip dengan despo jenis lainnya, namun despo polos tidak dilengkapi dengan lapisan anti air.
  • Despo MG. Despo MG termasuk jenis kain premium karena telah dilengkapi dengan lapisan anti air juga windbreaker (lapisan penahan angin).
  1. Kain Micro

Jenis kain terbaik pada urutan terakhir ialah kain micro. Tekstur lembut kain ini sangat tidak pantas diragukan. Sebab, kain micro terbuat dari benang sintetis yang sangat halus dan rapat. Maka Anda dapat membuktikan sendiri kelembutannya pada sentuhan pertama.

Dari segi keunggulan, kain micro tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis kain sebelumnya. Namun untuk penegasan kembali, perlu juga kami uraikan segenap keunggulannya:

  • Kain micro mampu memberikan sensasi rasa hangat saat digunakan pada cuaca dingin, sekaligus adem saat cuaca panas.
  • Permukaan kain tidak mudah berserabut.
  • Tidak memerlukan perlakuan khusus saat dicuci maupun dikeringkan.
  • Tidak memicu timbulnya alergi kulit dan pernapasan.
  • Kain awet dan senantiasa rapi walau belum disetrika.

Kain microfiber sendiri juga terbagi atas beberapa pilihan dengan karakteristik beserta keunggulannya masing-masing. Di antaranya:

  • Kain micro bintik, ditandai dengan pola permukaan kain yang berupa bintik-bintik kecil.
  • Kain micro risotop, ditandai dengan pola permukaan kain yang berupa kotak-kotak.
  • Kain micro despo, ditandai dengan permukaan kain yang tahan terhadap air (anti air).

Kesimpulan:

Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa ketujuh jenis bahan tersebut memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda. Namun semuanya telah memenuhi unsur sebagai bahan baku pembuatan jaket: kuat, nyaman, anti air, dan terpenting mampu menghangatkan (karena pada dasarnya jaket akan lebih sering difungsikan saat cuaca dingin). Itulah 7 Pilihan Bahan Kain Yang Direkomendasikan Untuk Jaket Varsity Silakan tentukan satu yang terbaik menurut Anda.

 

×

Powered by WhatsApp Chat

× 𝗛𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗶 𝗞𝗮𝗺𝗶.