9 Kebiasaan Merawat Kaos Yang Perlu Dihindari

Pilihan busana yang praktis, tapi sederhana cocok dinobatkan pada kaos. Kaos tidak pernah surut dimakan waktu. Justru di zaman modern kaos semakin banyak dicari. Kenyamanan saat pemakaian menjadi poin tersendiri.

Kaos bersifat netral. Sehingga cocok dipakai oleh laki-laki maupun perempuan. Pemakaiannya tidak dibatasi oleh usia. Anak-anak hingga orang tua dapat memakainya. Ini menyebabkan kaos wajib ada dalam lemari pakaian.

Dalam kondisi apapun, kaos siap menemani keseharian. Kaos dapat di mix and match dengan gaya berbeda. Pada kegiatan tertentu kaos dapat menunjang penampilan. Terutama bagi yang ingin gaya kasual.

Perlunya Merawat Kaos

Kaos memang bisa jadi busana andalan dalam setiap suasana. Tapi, apa jadinya jika tak terawat? Ingin tampil cantik, malah terlihat lusuh. Ingin gaya, tapi kusam. Itu akibat dari tidak merawat kaos yang dimiliki.

Meski simple, kaos sama seperti jenis pakaian lain. Butuh perawatan. Tanpa perawatan yang tepat, kaos terasa tidak nyaman di badan. Kain yang idealnya awet bertahun-tahun, bisa rusak sebelum masanya.

Merawat kaos penting untuk menjaga penampilan. Kaos perlu dirawat agar menunjang rasa percaya diri. Saat berinteraksi dengan orang lain, penampilan dapat mengubah pandangan. Kesan yang berbeda muncul apabila memakai kaos yang kusam.

Kaos yang dirawat akan terjaga kebersihannya. Ini cukup berpengaruh terhadap kesehatan. Karena tubuh akan terhindar dari kuman yang menempel pada pakaian. Sehingga kaos menjadi nyaman dikenakan pada kondisi apapun.

Kebiasan Yang Harus Dihindari Saat Merawat Kaos

Kaos identik dengan pakaian yang cepat usang. Padahal anggapan ini belum tentu benar. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhi keawetan kaos. Hal yang perlu dicek adalah cara perawatan.

Dengan perawatan yang tepat, kaos bisa tahan lama. Sehingga anda bisa memakainya berkali-kali. Penggunaan bahan premium pun tidak menjamin kaos berumur lama. Karena perawatan yang salah semakin menambah masalah.

Selama ini banyak yang mengira, cara yang dilakukan sudah benar. Tapi, ada kebiasaan buruk yang diulang saat merawat kaos kesayangan. Bisanya hal ini tidak pernah disadari.

  • Tidak Membaca Label Perawatan

Apabila mengamati seluruh bagian pakaian, akan menemukan label. Label tersebut dapat ditemukan pada bagian kerah atau leher belakang. Disana memilki pesan tersembunyi tentang petunjuk merawat pakaian.

Ini juga berlaku pada kaos. Petunjuk tersebut berbentuk simbol. Terdapat aturan untuk mencuci. Bahkan suhu air yang digunakan, bahan kimia dan cara menyetrika. Tak jarang terlihat beberapa larangan. Pabrik konveksi memberi acuan yang disesuaikan dengan kualitas kaos.

  • Mencuci Dengan Mesin Cuci

Mencuci menggunakan mesin cuci memang lebih praktis. Perangkat ini memiliki daya tampung yang besar. Sehingga dapat mencuci pakaian dalam jumlah banyak. Bagi orang sibuk, mesin cuci dapat menyingkat waktu.

Jika ingin kaos terlihat bagus, maka ini perlu dihindari. Lebih baik mencuci secara manual. Mengucek kaos dengan tangan membuat kaos lebih awet. Karena warna kaos tidak mudah pudar. Kondisi kaos juga tidak cepat melar.

  • Terlalu Lama Direndam Deterjen

Merendam pakaian dalam air bercampur deterjen dipercaya menghilangkan noda. Jika ini berlangsung lama dapat mengubah tekstur kaos. Kaos yang halus berubah menjadi kasar.

Paling baik rendam kaos kurang dari 30 menit untuk kaos lama. Sedangkan untuk kaos baru rendam dalam waktu kurang dari 1 jam. Selalu ingat! Bahan kimia pada deterjen juga dapat merusak kaos. Sebaiknya, menuang dalam porsi yang wajar.

  • Mencampur Semua Jenis Pakaian Dalam Satu Cucian

Mencampur pakaian dalam satu cucian harus dihindari. Kebiasaan buruk ini perlu diubah. Kaos putih harus dipisahkan dari pakaian berwarna lain. Pakaian berwarna pun perlu dipisahkan dari tingkat kotornya.

Kaos yang paling kotor harus dipisah dari yang kotor biasa. Karena risiko tertular noda dapat diminimalisasi. Sehingga warna asli akan tetap melekat seperti semula. Juga untuk menghindari kelunturan warna dari kaos lain.

  • Membiarkan Noda Yang Menempel

Gerak cepat diperlukan saat kaos terkena noda. Sedikit saja noda yang dibiarkan, semakin sulit dihilangkan. Lama-lama,noda kecil tersebut mengerak. Tentu memerlukan tenaga ekstra untuk menghilangkan noda bandel ini.

  • Menyikat Kaos Dengan Kasar

Tidak perlu menyikat kaos jika tidak ada noda. Anda hanya butuh mengucek sebentar. Karena bulu-bulu sikat dapat merusak benang kaos. Sehingga tekstur dapat berubah. Kaos menjadi longgar dan berserabut.

Sikat boleh digunakan untuk menghilangkan noda membandel. Hanya saja, pilih sikat yang memiliki bulu sikat halus. Sehingga dengan lembut menyapu permukaan kain kaos. Gosok dengan lembut dan perlahan agar tidak merusak serat kain.

Hilangkan kebiasaan menggosok dengan kasar dan sepenuh tenaga. Bukannya cantik, kaos akan longgar. Benang yang melar akan terlihat pada titik penggosokan. Sehingga tampilan nampak berbeda setelah kering.

  • Memeras Kaos Sekuat Tenaga

Proses pembilasan biasa diakhiri dengan kegiatan memeras. Ini bertujuan untuk mengurangi kadar air. Juga, menghilangkan kotoran yang luntur bersama air. Hanya saja teknik perasan yang salah dapat merusak kaos.

Pada dasarnya kaos tidak perlu perasan sekuat tenaga. Tapi hingga saat ini masih banyak yang melakukan. Alasannya, agar banyak air yang keluar. Sehingga pakaian cepat kering.

Kebiasaan ini perlu diubah. Tindakan memeras, melintir dan menarik kaos memang perlu. Tapi harus dikerjakan dengan penuh perasaan dan lembut. Dengan begitu, serat kain kaos tidak pecah.

  • Menggantung Kaos

Ternyata menggantung kaos perlu dihindari. Terlebih lagi saat penjemuran, kaos digantung dalam keadaan basah. Ini mengakibatkan bagian leher melar. Sehingga setelah kering, ukuran lubang lebih besar dari sebelumnya.

Hanger boleh digunakan saat menyimpan kaos kering. Pemasangan hanger harus dimasukkan dari bawah. Cara ini mencegah bagian leher semakin longgar.

  • Mengenakan Kaos Saat Tidur

Mengenakan kaos saat tidur seolah sudah mendarah daging. Mayoritas orang di dunia melakukan ini. Padahal, kaos bukan busana yang tepat untuk tidur di malam hari. Ini merupakan kebiasaan buruk jika ingin kaos tetap awet.

Terdapat debu dan kotoran pada sprei. Saat tidur, tubuh juga mengeluarkan keringat. Kombinasi keringat dan debu membuat kaos tambah kotor. Posisi tubuh yang berubah-ubah menyebabkan kaos lebih cepat melar.

Agar tampil baik, kaos memerlukan perawatan yang tepat. Mulailah membiasakan diri melakukan perawatan kaos yang sesuai. Hilangkan secara perlahan kebiasaan buruk yang mempercepat kerusakan kaos. Itulah 9 kebiasaan yang bisa dihindari untuk merawat kaos.  Semoga bermanfaat.

× ð—›ð˜‚ð—¯ð˜‚ð—»ð—´ð—¶ 𝗞𝗮𝗺𝗶.